

Waralaba kopi korea dengan nama Kopi Chuseyo pertama kali hadir di Gading Serpong, Tangerang pada 2019. Eksistensinya sebagai brand kedai kopi korea di Indonesia tak perlu diragukan. Kini waralaba kopi korea ini terus melebarkan sayapnya ke berbagai penjuru Indonesia. Tentunya ada banyak cerita di balik kesuksesan brand kedai kopi korea ini.
Baca Juga: Cerita di Balik Kedai Kopi Korea Legendaris, Kopi Chuseyo
Kopi Chuseyo bermimpi untuk terus mengekspansi bisnisnya. Nah, kunci untuk bisa ekspansi adalah bisnis yang sudah bisa autopilot dan menguntungkan sebanding dengan modal usaha yang digelontorkan. Yuk simak cerita di balik ekspansi waralaba kopi korea legendaris yaitu Kopi Chuseyo.
Mengapa harus bisa autopilot sebelum ekspansi bisnis? Pertanyaan ini mungkin muncul di kepala Anda sebaagai pembaca. Bisnis yang sudah bisa autopilot menjadi hal yang krusial. Pasalnya, beberapa dari Anda menjadikan bisnis kuliner sebagai bisnis sampingan. Hal ini dikarenakan oleh adanya pekerjaan utama lain, seperti kantoran yang memakan waktu 9-5 atau sekitar 8 jam dalam sehari. Nah jika bisnis kuliner sampingan ini juga menyita banyak waktu, hal ini akan mengganggu pekerjaan utama Anda. Kedua pekerjaan yang Anda jalankan tidak bisa seimbang. Jika satu cabang saja berantakan, bukankah menambah cabang berarti menambah kepusingan?
Mungkin di awal-awal membangun bisnis kuliner, hal ini lumrah terjadi. Anda tentu akan disibukkan dengan berbagai proses bisnis. Anda akan belajar dari banyak kesalahan dan kebingungan. Namun, seiring berjalannya waktu maka akan tercipta sistem bisnis yang mapan dan bahkan bisa dibilang autopilot. Dengan kata lain, bisnis kuliner Anda bisa berjalan sendiri tanpa campur tangan banyak orang.
Bagaimana mungkin autopilot bisa terjadi pada bisnis Anda? Mungkin saja jika Anda menerapkan Standard Operating Procedure (SOP) yang baik pada bisnis. Sistem ini nantinya akan berjalan sendiri, bahkan dengan pengawasan minimum dari sang pemilik usaha. Hal inilah yang terjadi pada bisnis waralaba kopi Korea dari Kopi Chuseyo.
Kedua adalah bisnis waralaba kopi yaitu Kopi Chuseyo yang bisa menghasilkan keuntungan yang sepadan dengan modal yang telah dikeluarkan. Di bulan-bulan pertama, sangat wajar Anda tidak mengambil gaji dari kas bisnis. Setelah bisnis berjalan maka Anda pun akan mendapatkan keuntungan alias balik modal.
Patut dicurigai jika modal Anda tidak kembali bahkan setelah beberapa lama bisnis berjalan. Lebih parahnya, Anda tidak bisa menambah penghasilan maka hal ini mengkhawatirkan. Jika sampai rugi, maka Anda harus segera melakukan analisis, apakah ada hal-hal yang bisa Anda hemat. Apabila masih rugi dan kita membuka cabang baru, bukankah berarti menambah kerugian?
Jika sistem sudah autopilot dan bisnis sudah terbukti menguntungkan, maka Anda bisa melakukan ekspansi bisnis. Nah, Anda bisa memilih di antara dua jalur, yakni kemitraan dan pendanaan. Bisnis Kopi Chuseyo memilih jalur kemitraan alais waralaba. Kopi Chuseyo kini sudah memiliki hampir 50 mitra di berbagai kota di Indonesia hanya dalam waktu beberapa bulan sejak menjual lisensi kemitraan. Waralaba kopi korea ini sangat ekspansif sehingga potensial untuk Anda coba.
Baca Juga: Kopi Chuseyo Tawarkan Franchise Kopi Korea Sekaligus Wadah Penggemar K-Pop
Jika Anda sedang mencari bisnis franchise minuman kekinian ala korea Kopi Chuseyo dimana Anda akan mendapat bimbingan bisnis dari 0, silahkan hubungi sekarang atau kunjungi blog kami untuk mendapatkan wawasan seputar franchise kopi Korea dan lainnya!