

Bisnis kopi didukung dengan adanya jasa online delivery dan paket kemitraan waralaba atau franchise. Di masa pandemi ini, Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) menyebut bahwa usaha kopi dan kue kekinian menjadi salah satu pendongkrak industri waralaba di Tanah Air. Hal ini diperkuat dengan maraknya jasa online delivery, seperti Gofood, Grabfood, dan kini bermunculan pemain baru yaitu Shopee Food dan Traveloka Eats.
Baca Juga: Tips Sukses Membuka Waralaba Kopi Korea
Ketua Umum AFI Andrew Nugroho menyatakan bahwa tren usaha kopi ini terlihat dari semakin banyaknya gerai yang dibuka di berbagai sudut kota. Tidak hanya pada pusat perbelanjaan melainkan juga di pinggiran jalan.
Andrew menambahkan bahwa tren usaha kopi dan kue kekinian terus bertambah. Mayoritas bisnis tersebut menggunakan sistem kemitraan (Business Opportunity/BO) dengan perjanjian bisnis. Data sementara AFI per Juni 2019 menunjukkan bahwa jumlah kemitraan (waralaba) di Indonesia sudah mencapai 2 ribu pemain. Pemain bisnis waralaba di Indonesia masih didominasi oleh asing yang mencapai 480 pemain. Sedangkan, jumlah waralaba lokal hanya mencapai 120 pemain. Waralaba asing didominasi oleh bisnis kopi dan kue kekinian dari negara Asia, seperti Taiwan, Singapura, Korea, dan Hong Kong. Ada pula negara maju, seperti Amerika Serikat.
Andrew optimis bahwa bisnis waralaba di Indonesia dapat bertumbuh di kisaran 10% pada tahun ini. Beliau juga memperkirakan bahwa pertumbuhan waralaba asing di dalam negeri bisa mendongrak sekitar 3% sampai 4% pertumbuhan bisnis waralaba di Indonesia secara keseluruhan. Transaksi perjanjian bisnis waralaba pun diramalkan bisa mencapai Rp800 miliar pada pameran tahun ini. Proyeksi itu menunjukkan peningkatan sekitar 30% dari tahun lalu sekitar Rp600 miliar.
Selain tren bisnis kopi dan kue kekinian, pertumbuhan bisnis waralaba di Indonesia juga didukung oleh tren delivery online. Andrew memaparkan bahwa hal ini terjadi akibat perubahan pola konsumsi masyarakat yang cenderung melakukan segala sesuatu dari rumah. Sebelumnya, masyarakat lebih memilih berbelanja langsung ke pusat perbelanjaan. Tak hanya dari rumah, pesanan juga dilakukan dari rumah dan kantor. Peningkatan penjualan pun mencapai 15% dari online order.
Meskipun potensi pertumbuhannya menjanjikan, Anda perlu berhati-hati dalam memilih kemitraan usaha kopi. Skema kemitraan yang baik adalah skema yang benar-benar matang. Nyatanya, banyak perusahaan franchisor yang sebenarnya belum siap membuka kemitraan tetapi berani untuk membuka. Akibatnya, ada hal-hal yang belum terstruktur dengan baik, seperti penggunaan bahan baku dan operasional lainnya.
Memutuskan untuk membuka waralaba kopi bukanlah perkara mudah. Tidak cukup ketertarikan Anda terhadap bidang bisnis yang dituju, diperlukan juga keahlian khusus, pemahaman produk serta strategi pemasaran yang jitu dalam membangun brand kopi tersebut.
Kopi Chuseyo merupakan franchise kopi yang tepat buat para pemilik modal yang ingin memiliki usaha kopi. Usaha kopi ini telah melewati berbagai inovasi dan terobosan untuk tetap eksis di pasaran. Kopi Chuseyo telah menarget pangsa pasar yang besar yaitu komunitas K-Popers. Hal ini jelas menjadi salah satu kunci keberhasilan Kopi Chuseyo.
Baca Juga: Ingin Buka Franchise Kopi Korea? Pastikan Anda Ikuti 4 Tips Ini
Jika Anda sedang mencari bisnis franchise minuman kekinian ala korea Kopi Chuseyo dimana Anda akan mendapat bimbingan bisnis dari 0, silahkan hubungi sekarang atau kunjungi blog kami untuk mendapatkan wawasan seputar franchise kopi Korea dan lainnya!