

Jika Anda memperhatikan media, Anda akan menyadari bahwa Amerika dekat dengan minuman ringan, budaya Eropa dan Asia dengan teh. Meskipun demikian, beberapa survei menunjukkan bahwa budaya minum kopi Korea Selatan menjadikan negara itu sebagai negara Asia yang lebih menyukai kopi daripada teh.
Baca Juga: 9 Varian Kopi Korea, KPopers Wajib Coba!
Budaya minum kopi Korea sudah ada sejak tahun 1986. Perkenalan Starbucks pada 1990 memicu ledakan jumlah peminum kopi di Korea, dari anak-anak hingga orang lanjut usia. Kegilaan kopi ini diikuti dengan perkembangan kedai kopi di Korea Selatan. Perkembangan tersebut naik tiga kali lipat antara tahun 2011 dan 2015, dari 12.400 menjadi 49.600.
Keberadaan kopi sangat penting di Korea sehingga Anda akan kesulitan menemukan rumah makan yang tidak menyediakan kopi.
Minuman berkafein ini juga didorong ooleh industri hiburan. Dalam tiap film dan serial drama Korea yang memiliki latar urban, Anda akan menemukan adegan meminum atau sekedar memesan kopi oleh tokoh-tokohnya.
Bahkan, menurut The Korean Times, tercatat tiap orang di Korea Selatan mengkonsumsi sekurang-kurangnya 377 gelas kopi dalam setahun, peminum kopi ketiga terbanyak di dunia setelah Filipina dan Singapura. Pada 2013, ada sekitar 120.000 ton biji kopi yang diimpor ke Korea. Seoul, ibukota Korea Selatan, memiliki 284 cabang Starbucks, sementara di New York City hanya ada 277.
Itu berarti setiap orang paling tidak meminum satu gelas kopi setiap harinya. Jumlah konsumsi yang luar biasa ini tentu tidak mengejutkan bila menilik dari budaya minum-minum yang mengakar kuat di Korea serta dorongan industrialisasi dari pemerintah yang tidak tanggung-tanggung.
Kafein telah menjadi salah satu zat yang penting bagi beberapa orang untuk tetap semangat. Saat ini kafein dapat ditemukan dalam berbagai bentuk minuman seperti kopi, teh, dan minuman ringan. Zat inilah yang kemudian ikut membentuk budaya kopi Korea Selatan. Beberapa restoran di Korea bahkan memiliki mesin kopi karena budaya orang Korea yang selalu minum kopi setelah makan.
Salah satu jenis kopi yang paling terkenal di Korea adalah Iced Americano. Pada dasarnya, kopi ini adalah kopi hitam rendah gula yang disajikan dingin. Karena rendah gula namun tetap memiliki kafein, banyak idola Korea yang memilih kopi ini sebagai asupan kafein mereka.
Selain kopi, kafe juga memiliki peran besar di Korea Selatan. Tempat ini tidak hanya sebagai tempat nongkrong bersama teman-teman, tapi juga merupakan tempat menyendiri untuk ‘me time’ orang Korea. Dengan jaringan WiFi, suasana santai, dan tempat duduk yang nyaman, kafe menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk melepas penat.
Korea Selatan juga memiliki tema kafe yang mengambil konsep Study Cafe. Di mana kafe umum menyediakan meja dan kursi biasa untuk pengunjungnya, Study Cafe menyediakan meja, kursi, kubik pembatas meja, bahkan perpustakaan mini untuk para pengunjung.
Para pelajar dapat belajar sambil makan dan minum dengan suasana nyaman, kasual, dan tidak sekaku perpustakaan di sini. Study cafe pun cukup populer di kalangan anak muda yang ingin bersosialisasi tanpa harus tertinggal pelajaran.
Kopi Chuseyo adalah kedai kopi Indonesia dengan tema Kpop, yang juga merupakan satu-satunya hub komunitas Kpop di Indonesia. Kedai kopi ala Korea Selatan ini menyediakan berbagai jenis kopi, teh, dan cemilan ala Korea yang dapat Anda nikmati langsung di kedai ataupun melalui pesanan platform online.
Kopi Chuseyo juga sering mengadakan event dari komunitas Kpop lokal, sehingga Anda dapat bersosialisasi dengan sesama penggemar Kpop sambil menikmati cemilan lezat di sini. Produk-produk Kopi Chuseyo juga memiliki harga yang terjangkau, sehingga ramah di kantong siswa dan mahasiswa sekalipun.
Baca Juga: K-Pop dan Kafein Bareng Kopi Chuseyo
Jika Anda sedang mencari bisnis franchise minuman kekinian ala korea Kopi Chuseyo dimana Anda akan mendapat bimbingan bisnis dari 0, silahkan hubungi Kopi Chuseyo sekarang atau kunjungi blog kami untuk mendapatkan wawasan seputar franchise kopi Korea dan lainnya!