

Mie ini kemudian diimpor oleh PT Korinus ke Indonesia pada tahun 2013.setelah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Samyang Food sendiri memperoleh sertifikat halal internasional (KOLAS, ISO22000, HALAL) pada 2014, dan salah satu pabrik mie Samyang juga telah disetujui oleh Korean Muslim Federation (KMF). Dengan demikian, makanan asal Korea ini aman bagi penganut agama Muslim juga.
Baca Juga: 5 Ide Makanan Korea yang Mudah Dibuat
Dari berbagai brand mie ramen, Samyang salah satunya diklaim memiliki kepedasan 5.930 SHU yang menjadi daya tarik utamanya. Mie ini pertama kali dipopulerkan secara massal melalui Samyang Challenge pada tahun 2017 lalu. Peserta tantangan ini dari berbagai negara, dan tidak sedikit dari mereka justru menangis karena tidak sanggup menangani rasa pedas Samyang. Lantas, bagaimana mie ini dapat tetap bertahan dan menyebarluas?
Rasa pedas sendiri sebenarnya bukan ‘rasa’ dalam artian asin, manis, pahit, dan asam. Jika Anda ingat-ingat kembali, lidah hanya mengenali 4 rasa yakni pahit, asin, asam, dan manis. Paul Rozin, seorang profesor psikologi di Universitas Pennsylvania yang sudah meneliti rasa pedas sejak 1970, rasa pedas ini adalah gabungan dari sensasi kebahagiaan (pleasure) dan rasa sakit (pain).
Dalam struktur otak, dua sensasi ini terjadi di bagian yang disebut sebagai ‘hedonic hot spots’, area yang merespons pelepasan endorfin atau reaksi yang meningkatkan rasa bahagia. Menurut Rozin, kecintaan pada rasa pedas tak lebih dari penggabungan dua sistem pleasure dan pain itu.
Kebahagiaan dari rasa pedas ini didapat dari menghilangnya penderitaan awal sensasi terbakar pedas, seperti sensasi rasa takut dari menaiki roller coaster, atau terjun payung. Rasa takut hanya ada di awal. Setelah usai, rasa lega dan bahagia menggantikan rasa takut tadi, dan rasa lega dan bahagia inilah yang dikejar oleh penggemar rasa pedas. Dengan demikian, kepedasan mie Samyang membuat makanan instan ini sangat digemari oleh berbagai negara.
Setelah melihat popularitas mie samyang, Samyang Food merilis berbagai varisi mie instan ini. Berikut adalah 6 varian yang dapat Anda temukan dengan mudah:
Varian ini adalah varian ‘original’ dengan tingkat kepedasan yang cukup standar bagi produk Samyang. Original Hot Chicken Flavour dilengkapi dengan biji wijen dan serpihan rumput laut, dan Anda dapat menglengkapi mie instan ini dengan campuran telur, sosis, ataupun potongan sayur untuk meningkatkan visual ataupun rasanya..
Sesuai namanya, varian 2x Spicy Hot Chicken Flavour memiliki rasa pedas yang lebih tinggi dari Original Hot Chicken Flavor. Bumbu merah terang varian ini mengandung rasa pedas yang tidak mudah hilang dari lidah Anda. Beberapa orang yang telah mencicipi varian ini mendeskripsikan rasa pedas yang mengendap dan perlahan-lahan semakin intens dalam mulut mereka.
Rasa ini terinspirasi dari mie kacang kedelai hitam Korea atau Jjajangmyeon. Banyak yang menilai varian ini memiliki tekstur mie yang meningkatkan rasa, dan seperti mie Jjajangmyeon asli, saus varian samyang ini rasanya gurih dengan sedikit jejak pahit..
Samyang varian Carbonara merupakan salah satu varian yang sering menjadi favorit. Meski berbedah jauh dari carbonara italia, Anda tetap dapat merasakan sensasi bumbu yang creamy dan lezat. Beberapa penggemar rasa ini meningkatkan sensasi carbonara dengan memasaknya bersama keju leleh dan susu yang dicampur bersama bumbu instan mie ini sendiri.
Sama seperti namanya, Buldak Curry Hot Chicken Flavor adalah varian Samyang dengan perisa kari. Saus kari mie instan ini memiliki rasa yang lembut tapi tidak kental seperti rasa keju, dan juga memiliki rasa manis di awal.
Varian ini cukup mirip dengan carbonara karena perisa keju yang memberi sensasi creamy pada mie. Rasa keju cukup terasa di antara rasa pedas khas Samyang, dan Anda juga dapat meningkatkan rasa keju tersebut dengan memasak mie bersama keju leleh yang ditaburkan atau keju leleh lembaran.
Mie Samyang sendiri digemari oleh berbagai golongan usia, dan sering menjadi makanan favorit penggemar budaya Korea juga. Karena mudah diolah dan memiliki varian yang lezat, banyak bisnis makan dan minuman yang memasukkan mie Samyang dalam menu mereka, seperti Kopi Chuseyo.
Kopi Chuseyo adalah franchise bisnis dengan tema Kpop sebagai branding mereka. Selain produk kopi, Kopi Chuseyo juga menjual teh dan minuman ala Korea. Franchise ini memiliki stategi bisnis adaptif yang tidak hanya memungkinkan mereka bertahan dari pandemi, namun juga berhasil menyebarkan hingga 88 cabang di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Apa Itu Ramyeon? Yuk Kenalan dengan Mie Instan Ala Korea!
Jika Anda sedang mencari bisnis franchise minuman kekinian ala korea Kopi Chuseyo dimana Anda akan mendapat bimbingan bisnis dari 0, silahkan hubungi Kopi Chuseyo sekarang atau kunjungi blog kami untuk mendapatkan wawasan seputar franchise kopi Korea dan lainnya!