

Usaha coffee shop yang sukses dilatarbelakangi oleh perencanaan yang matang. Meskipun peluangnya terbilang cukup menjanjikan, pelaku bisnis perlu memperhatikan perencanaan mulai dari modal dan lainnya. Sayangnya, tidak semua pelaku bisnis memiliki pengetahuan tentang ini.
Baca Juga: Yuk Lakukan 4 Promosi Online untuk Bisnis Waralaba Kopi Anda!
Nah, agar tidak salah langkah, berikut hal-hal yang harus diperhatikan sebelum membuka usaha coffee shop. Yuk simak pemaparannya.
Sebelum membuka usaha coffee shop, langkah pertama yang harus dipersiapkan adalah riset pasar. Anda perlu mengetahui tren kopi dan penggemar kopi yang sedang berjalan saat itu. Dengan mengikuti perkembangan tren, usaha coffee shop Anda akan menjadi jelas konsepnya.
Pasalnya, setiap tahun tren selalu berubah. Termasuk pada tren kopi, seperti coffee shop. Tren kopi ini tidak hanya dari menu racikannya, atau varian rasanya. Namun, tren juga menyangkut jenis kopi apa yang tengah diminati, bagaimana pemasaran kopi yang efektif, konsep usaha coffee shop, hingga pasaran harga kopi rata-rata.
Target pasar kopi di Indonesia terbilang beragam dan luas. Mulai dari anak muda hingga dewasa memiliki preferensi jenis kopi yang berbeda. Anda bisa mengambil contoh kasus pada keluarga yangs edang mengunjungi coffee shop. Anda pasti menemukan ada beragam jenis kopi berbeda yang dipesan. Bahkan, kini mulai bermunculan usaha coffee shop yang menyajikan menu kopi untuk anak-anak, seperti Baby Cappuccino salah satunya.
Meskipun target usaha coffee shop terbilang luas, Anda tidak bisa tinggal diam tanpa menenetukan target pasar secara spesifik. Anda perlu melakukan riset untuk menentukan target pasar yang paling sesuai untuk coffee shop Anda. Anda bisa memilih target pasar yang umum atau spesifik, seperti kalangan anak muda. Tentunya, berbeda target pasar maka berbeda pula gaya pendekatannya.
Konsep coffee shop sangat penting untuk ditentukan. Tanpa konsep yang jelas maka coffee shop Anda menjadi kurang menarik di mata pelanggan. Anda bisa menentukan apakah konsep kafe mini yang hanya menjual kopi dengan camilan ringan, atau kafe dengan konsep semi restoran yang menawarkan berbagai menu makanan.
Nah, apa pun konsep kafenya, Anda harus mendasarkannya pada target pasar masing-masing dan mengutamakan penjualan menu kopi. Seiring dengan perkembangan zaman, hadir tren coffee shop sekaligus sebagai tempat berkumpul atau tempat meeting (co-working space). Bahkan, tak jarang coffee shop menjadi rumah kedua bagi beberapa orang. Kopi Chuseyo, misalnya, menjadi coffee shop sekaligus tempat berkumpulnya komunitas K-Popers di berbagai kota Indonesia.
Setelah konsep kafe telah disiapkan, hal berikutnya yang harus diperhatikan adalah dalam menentukan biji kopi. Indonesia sendiri adalah negara penghasil biji kopi yang mendunia. Ada pula biji kopi roasting maupun non-roasting yang memiliki pro dan kontranya sendiri.
Biji kopi non-roasting adalah biji kopi yang tidak dipanggang. Artinya, Anda harus memanggang biji kopi sendiri. Kelebihan dari jenis ini adalah Anda bisa mengontrol langsung rasa dan kualitas biji kopi. Kekurangannya terletak pada prosesnya yang sedikit rumit dan membutuhkan biaya lebih.
Sementara, biji kopi roasting alias sudah dipanggang memiliki kelebihan yaitu kemudahan karena Anda terima beres dan tidak harus pusing, biayanya juga lebih murah. Namun, Anda tidak bisa menentukan rasa atau mengontrol kualitas biji kopi secara langsung.
Baca Juga: Franchise Kopi Terlaris Lakukan 4 Tips Promosi Ini, Wajib Coba!
Jika Anda sedang mencari bisnis franchise minuman kekinian ala korea Kopi Chuseyo dimana Anda akan mendapat bimbingan bisnis dari 0, silahkan hubungi sekarang atau kunjungi blog kami untuk mendapatkan wawasan seputar franchise kopi Korea dan lainnya!