

Bagi para penggemar budaya Korea tentu telah mengenal jenis daging ini, sedangkan untuk Anda yang mengenalinya, silahkan simak artikel berikut untuk penjelasan lebih lanjut!
Baca Juga: Selain Beef Bulgogi Korea Selatan, Ini 2 Kuliner Lain yang Menarik
Daging bulgogi adalah salah satu makanan tradisional Korea yang mulai populer secara global, terutama di Indonesia. Secara harfiah, bulgogi berarti daging panggang, sehingga jika Anda bertanya daging bulgogi apa maka Anda juga perlu menanyakan jenis daging yang digunakan. Apakah daging bulgogi tersebut terbuat dari ayam, sapi, atau babi.
Di Indonesia, daging bulgogi lebih dikenal sebagai daging sapi panggang. Mungkin Anda juga pernah melihat atau mendengar mengenai saus bulgogi, namun bukan berarti saus tersebut akan terasa seperti jus daging sapi. Saus bulgogi lebih sering digunakan untuk merendam irisan daging tipis. B
ahan utama saus bulgogi sendiri adalah soy sauce yang ditambahkan gochujang atau gochugaru agar memeiliki rasa pedas. Orang Korea juga kadang menambahkan buah pir dan peach juga dicampur soy sauce agar rasa saus lebih manis dan teksturnya kental.
Bagian sapi mana yang dapat menjadi daging Bulgogi? Daging Bulgogi biasanya diambil dari potongan leher, lingkar bahu, dan lengan atas sapi yang dibumbui dengan campuran kecap asin, gula, bawang putih, minyak wijen, jahe, dan bawang.
Seperti yang telah disebutkan, daging bulgogi apapun, dari ayam hingga babi, dapat menjadi daging bulgogi, tapi jika Anda memilih daging sapi, pilihlah daging dengan sedikit lapisan lemak. Bagian ini dapat berupa daging paha atas atau sirloin yang diiris tipis. Sedikit lemak akan membuat daging tetap lembap dan basah saat dimasak, sehingga tidak mudah gosong dan rasanya gurih enak.
Daging bulgogi, apalagi dari daging sapi, sebaiknya dipotong tipis dan dibungkus dengan.plastic wrap sebanyak 1 sampai 2 lapis. Pastikan semua permukaan tertutup rapat.
Letakkan daging yang sudah dibungkus ke atas loyang bersih. Masukkan ke dalam freezer selama 15-20 menit untuk memudahkan memotong daging sapi.
Walaupun dimasukkan dalam freezer, proses ini tidak membekukan daging secara utuh melainkan membuatnya lebih padat. Proses tersebut membuat daging sapi mentah lebih mudah dipegang dan diiris menggunakan pisau tajam.
Bulgogi klasik diolah dengan sayuran untuk mengimbangi kerenyahan daging dengan kesegaran fiber. Variasi ini memiliki lebih banyak nutrisi dan dapat menjadi menu alternatif sehat sekeluarga.
Variasi klasik ini umum disajikan berupa daging tanpa lemak dengan risan daun kol, daun bawang, serta taburan wijen. Hidangan ini bisa dimasak dalam waktu kurang dari 30 menit, tergantung pada variasi sayur dan jumlah hidangan yang dituju.
Daging Bulgogi apapun dapat disajikan dalam varian ini. Anda dapat menggunakan sambal matah khas Bali, sambal bajak, sambal tomat, ataupun jenis sambal lainnya sebagai pendamping daging. Tambahkan juga nasi hangat dan minuman segar, dan Anda dapat menikmati perpaduan Korea dan Indonesia langsung dari dapur Anda.
Bukan kebiasaan Indonesia untuk makan tanpa nasi. Selain dari daging panggang sendiri Anda juga dapat mendampingi daging bulgogi dengan apapun, dari sayur, nasi, hingga mie. Dengan demikian, daging bulgogi juga dapat dibagi lebih banyak untuk dimakan bersama.
Jika Anda tidak sempat menyiapkan bahan dan daging bulgogi apalagi untuk memasaknya, Anda juga dapat memesan menu ini di Kopi Chuseyo.
Kopi Chuseyo berkolaborasi dengan Chef Willgoz untuk menciptakan Bulgogi Korean Beef Bowl Korean beef bowl ini memadukan nasi garlic dengan beef bulgogi dan potongan sayur segar, membuat makanan ini sangat lezat dan memikat lebih banyak pelanggan.
Baca Juga: Psstt… Ini 5 Fakta Menarik di Balik Menu Bulgogi Korean Beef Bowl Kreasi Kopi Chuseyo
Jika Anda sedang mencari bisnis franchise minuman kekinian ala korea Kopi Chuseyo dimana Anda akan mendapat bimbingan bisnis dari 0, silahkan hubungi sekarang atau kunjungi blog kami untuk mendapatkan wawasan seputar franchise kopi Korea dan lainnya!