

Baik dalam drama, film, hingga reality show, dan acara idol-idol Korea pasti sudah tidak asing lagi dengan minuman satu ini. Dalam film atau drama, sering ditemukan adegan meminum atau memesan iced americano.
Baca Juga: Cara Bisnis Franchise Bagi Pemula: Penjelasan, Cara Kerja, dan Keuntungan
Tidak hanya di dunia film atau drama, dalam kehidupan nyata pun para selebriti mayoritas suka dengan minuman kafein ini. Sejumlah aktris dan idola sering terlihat meminum kopi ini di tengah-tengah jadwal padat mereka, mengapa demikian?
Bagi selebriti Korea, mereka harus bekerja keras di belakang kamera agar dapat menampilkan performa maksimal untuk audiens. Masyarakat Korea memiliki prinsip bekerja dengan sangat keras. Untuk menyimbanginya, asupan kafein juga dibutuhkan untuk membantu mereka terjaga lebih lama dan menghilangkan rasa kantuk.
Untuk tetap dapat mengkonsumsi kafein di tengah kesibukkan ini, para selebriti ini tentu butuh kopi yang praktis dan gampang ditemukan. Dibandingkan minuman yang lain, penyajian iced americano lebih mudah jika dibandingkan minuman kopi lain. Sekalipun mereka harus memesan iced americano, mereka tidak akan menunggu terlalu lama saat memesan dan dapat langsung kembali melakukan aktivitas mereka.
Ditambah dengan bidang pekerjaan yang menuntut kesempurnaan bentuk tubuh, para selebriti ini juga harus menghindari gula semaksimal mungkin. Iced Americano umum dibuat tanpa gula, sehingga sangat cocok untuk membantu selebriti Korea untuk tetap terbangun tanpa konsumsi gula berlebih.
Korea merupakan salah satu negara yang memiliki evolusi tercepat dalam budaya minum kopi. Semuanya berawal dari Antoinette Sontag, ipar seorang duta Rusia, yang menyajikan secangkir kopi kepada kaisar Gojong di tahun 1986. Karena menyukai rasanya, sang kaisar pun memperbolehkan Antoinette membuka Dabang (kedai kopi) pertama di Korea tahun 1902.
Pada era ini, meminum kopi hanya untuk para diplomat dan pejabat berkedudukan tinggi di Korea. Selama bertahun-tahun, kopi menjadi barang mewah yang diperuntukkan untuk kelas atas. Hingga akhirnya Dabang akhirnya dibuka untuk warga kelas menengah dan menjadi tempat populer untuk berkencan pada tahun 1960-an.
Produksi kopi instan juga sudah dimulai dan gagasan tentang Dabang bertema musik menjadi populer. Mesin penjual kopi mulai marak ditemukan dan budaya minum kopi di Korea mulai terlihat beralih dari kaum-kaum atas menjadi konsumsi untuk dinikmati oleh kaum menengah.
Persaingan mulai meningkat di tahun 1990-an dengan masuknya waralaba asing. Penikmat kopi di Korea memperluas pengetahuan mereka dengan budaya, gaya, cara olah dan juga penyajian dari berbagai negara lain.
Memasuki abad ke-21, abad ini, Korea Selatan menjadi salah satu pasar kopi yang paling berkembang di dunia. Seiring dengan globalisasi Kpop, minuman kafein ala Korea ini juga mulai menyebar ke negara lain, seperti franchise Kopi Chuseyo.
Kopi Chuseyo pertama kali berdiri di Gading Serpong, Tangerang pada 2019, dan telah mencapai 88 cabang di seluruh Indonesia pada tahun 2022. Kopi Chuseyo menawarkan menu beserta dengan minuman varian lain dan makanan pendamping. Menu yang menjadi andalan Kopi Chuseyo adalah Dalgona Coffee yang menggunakan resep asli negeri ginseng tersebut untuk mempertahankan rasa autentiknya.
Baca Juga: 9 Varian Kopi Korea, KPopers Wajib Coba!
Jika Anda sedang mencari bisnis franchise kopi ala korea miliki Kopi Chuseyo dimana Anda akan mendapat bimbingan bisnis dari 0, silahkan hubungi sekarang atau kunjungi blog kami untuk mendapatkan wawasan seputar franchise kopi Korea dan lainnya!