

Salah satu strategi bisnis yang penting dilakukan untuk tetap bertahan menghadapi masa pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung adalah para pelaku bisnis menjalin hubungan baik dengan konsumennya yang mampu menumbuhkan kepercayaan. Hal ini dilakukan oleh franchise minuman yang lagi hits, yakni Kopi Chuseyo untuk terus menarik minat konsumen.
Baca Juga: Desain Interior Minimalis untuk Usaha Kopi Kekinian
Daniel Hermansyah selaku pemilik Kopi Chuseyo menyampaikan bahwa mereka mengonversikan mayoritas konsumennya, yakni para penggemar K-Pop di Indonesia menjadi konsumen.
Pasar dari bisnis cafe kopi di Indonesia itu stagnan. Masyarakat tidak dapat menemukan perbedaan antara brand yang satu dengan brand yang lainnya. Hal ini mendorong Kopi Chuseyo untuk mengembangkan bisnis cafe kopi dengan diferensiasi yang dapat diingat oleh konsumen secara terus menerus. Kemudian, ide mengenai cafe kopi bernuansa Korea Selatan muncul melihat target pasar penggemar K-Pop yang loyal kepada artisnya itu luas. Kopi Chuseyo tidak hanya ingin disebut sebagai cafe kopi biasa karena mereka merangkul berbagai komunitas untuk berkumpul dan menyalurkan kegemaran K-Pop. Di sisi lain, Kopi Chuseyo tidak hanya berfokus ke target pasar penggemar K-pop, tetapi target pasar umum yang lain.
Selama perjalanan franchise kopinya, Kopi Chuseyo selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas produk sebagai inti dari bisnis food and beverage. Mereka menyajikan menu andalan, yakni kopi fresh anti maag. Selain aman di lambung, Kopi Chuseyo selalu membuat kopi setiap kali pesanan masuk untuk memastikan konsumen menikmati rasa dan aroma yang terbaik.
Tidak hanya meningkatkan kualitas produk, diferensiasi brand dibutuhkan agar franchise kopi tetap diingat dan dicari oleh konsumen. Kopi Chuseyo yang mengangkat tagline “The Only K-Pop Hub in The Nation” semakin memperkuat branding dengan memfasilitasi berbagai acara yang melibatkan berbagai komunitas penggemar K-Pop. Mereka menawarkan paket marchandise menarik yang mampu meningkatkan penghasilan sebanyak dua kali lipat.
Meskipun Kopi Chuseyo baru berjalan selama kurang lebih dua tahun, mereka mampu scale up bisnis franchise kopi secara cepat sekitar lebih dari 50 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Pada awalnya, Kopi Chuseyo tidak membuka slot kemitraan. Karena banyak permintaan, mereka membuka slot kemitraan untuk meningkatkan brand awareness.
Hampir seluruh bidang bisnis terdampak masa pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung, termasuk Kopi Chuseyo sebagai franchise minuman yang lagi hits. Mereka mempunyai berbagai cara yang dilakukan untuk tetap bertahan.
Pada masa pandemi COVID-19 yang tengah berlangsung, para pelaku bisnis sebaiknya berfokus bertahan daripada mencari keuntungan. Semoga berbagai cara yang dilakukan oleh Kopi Chuseyo sebagai franchise minuman yang lagi hits memberikan inspirasi bagi para pelaku bisnis food and beverage lainnya.
Baca Juga: Tips Desain Cafe Ala Korea, Dijamin Unik
Jika Anda sedang mencari bisnis franchise minuman kekinian ala korea PT Kopi Oppa Korea (Kopi Chuseyo) dimana Anda akan mendapat bimbingan bisnis dari 0, silahkan hubungi sekarang atau kunjungi blog kami untuk mendapatkan wawasan seputar franchise kopi Korea dan lainnya!