

Kopi Chuseyo dari awal berdiri sejak 2019 hingga 2021 masih tetap ramai pengunjung. Loyalitas pengunjung tersebut dibentuk oleh kebiasaan menikmati kopi sambil berkumpul dengan teman-teman. Menariknya, bisnis kopi korea ini menarget pasar yaitu K-Popers alias komunitas penggemar budaya Korea Selatan. Umumnya K-Popers didominasi oleh anak-anak muda yang jumlahnya sangat besar di Indonesia. Tak heran bisnis kopi ini bertumbuh pesat.
Baca Juga: Usaha Cafe Kopi? Yuk Intip Strategi Pemasarannya
Tampil maksimal, Kopi Chuseyo hadir dengan slogan “The Only K-Pop Hub in The Nation” alias satu-satunya cafe sekaligus wadah berkumpulnya penggemar budaya Korea Selatan. Pengunjung dapat merasakan kekentalan budaya Korea Selatan dalam dekorasi hingga cara meracik kopi yang menjadi daya tarik bisnis ini.
Jumlah K-Popers di Indonesia terbilang banyak. Tak hanya drama, banyak penggemar musik, makanan, dan budaya Korea Selatan lainnya. Fenomena merebaknya K-Popers di berbagai wilayah dapat disebut sebagai K-Wave atau Korean Wave, termasuk terjadi di Indonesia.
Daniel Hermansyah, Co-Founder Kopi Chuseyo memaparkan bahwa target bisnisnya merupakan pasar yang sangat menjanjikan di Indonesia. K-Popers alias komunitas penggemar budaya Korea Selatan terus berkembang pesat setiap tahunnya di berbagai kota. Loyalitas K-Popers juga tidak perlu diragukan. Mereka selalu tertarik untuk mencoba segala hal bernuansa Korea Selatan. Hal ini diiringi dengan daya beli yang tinggi sehingga bisnis ini menjadi bisnis yang layak dicoba. Banyak pengunjung yang tertarik untuk mengunjungi langsung kedai fisik untuk mendapatkan ambience ala Korea Selatan.
Terbukti tetap eksis dari awal berdirinya pada 2019 hingga kini menjadi bukti potensi bisnis ini. Meskipun, badai pandemi COVID-19 menghadang tetapi Kopi Chuseyo tetap tangguh terbukti dengan banyak cabang baru. Apa sih kunci keberhasilan bisnis kopi Korea ini? Selain konsep pemasaran dan target pasar yang unik yaitu K-Popers, Kopi Chuseyo memilih strategi ekspansi bisnis berupa konsep kemitraan.
Melihat animo target pasar, bisnis kopi Korea ini memutuskan untuk melakukan ekspansi bisnis. Bisnis kopi Korea ini hadir dengan konsep kemitraan atau waralaba karena dinilai lebih mudah dan cepat dalam melakukan ekspansi daripada bisnis sendiri.
Konsep kemitraan Kopi Chuseyo disambut hangat oleh para pebisnis kedai kopi di Indonesia. Sejak pertama kali ditawarkan kepada para investor, ada ratusan formulir kemitraan diajukan untuk membuka cabang di berbagai kota. Bisnis ini memiliki persyaratan kemitraan yang cukup ketat. Bisnis kopi ini mempertimbangkan segala aspek, termasuk lokasi agar menjaga eksklusifitas produk dan mencegah kanibalisme antar cabang.
Pasalnya, membuka cabang baru dengan lokasi berdekatan berdampak pada kanibalisme antarcabang. Profit mitra pun tidak menjadi maksimal karena kompetisi tidak sehat. Oleh sebab itu, perlu dilakukan analisis terlebih dahulu oleh tim.
Kopi Chusyeo menawarkan paket kemitraan sebesar Rp 140 Juta (Seratus Empat Puluh Juta Rupiah). Mitra akan memperoleh paket lengkap (all-in) yaitu konsep bisnis, brand, peralatan berupa mesin kopi, bahan baku, dan proses perekrutan hingga pelatihan barista. Dengan biaya investasi ini, mitra juga akan mendapatkan konsultasi gratis kapan pun. Menarik, bukan?
Baca Juga: Modal Buka Coffee Shop yang Wajib Dipersiapkan
Jika Anda sedang mencari bisnis franchise minuman kekinian ala korea Kopi Chuseyo dimana Anda akan mendapat bimbingan bisnis dari 0, silahkan hubungi sekarang atau kunjungi blog kami untuk mendapatkan wawasan seputar franchise kopi Korea dan lainnya!