

Kopi Korea Selatan juga tidak luput dari kegemaran ini. Dengan bahan yang aman dikonsumsi oleh nyaris semua umur, kopi menjadi salah satu item minuman yang paling digemari di Korea Selatan. Apakah hal ini juga mempengaruhi harga kopi Korea Selatan?
Baca Juga: Budaya Minum Kopi Korea Selatan
Kopi di Korea Selatan sangat populer, terdapat 12.400 kedai kopi di tahun 2011, menjadi 49.600 tahun 2015 kemarin, dan 17.000 kedai Starbucks yang berdiri di Seoul. Jumlah ini bahkan lebih banyak dari jumlah kedai Starbucks yang berdiri di kampung halamannya sendiri, Seattle, Amerika Serikat.
Trend ini terus berlanjut dan berkembang ke negara-negara yang juga mulai menerima gelombang Korea (Hallyu). Inovasi yang berkelanjutan pun menjadi salah satu penunjang industri kopi di Korea Selatan yang tak pernah surut dimakan waktu.
Korea Selatan memiliki budaya kerja yang sangat disiplin, sehingga anak-anak usia sekolah dasar hingga siswa perguruan tinggi juga sering mengkonsumsi kopi. Di dunia modern, keberadaan kopi kian penting di setiap rumah makan yang ada di Korea.
Nyaris semua rumah makan tradisional maupun modern menyediakan kopi di antara deretan menunya. Beberapa restoran bahkan menyediakan mesin pembuat kopi untuk pelanggan agar mereka dapat langsung membuat sajian kopi sendiri.
Budaya minum kopi ini juga tetap dipegang oleh para idola Kpop. Dengan diet ketat mereka, para idola ini tetap setia dengan kopi tanpa gula mereka yang juga dikenal sebagai Iced Americano. Iced Americano pada dasarnya kopi hitam tanpa gula yang disajikan dengan es batu, dengan demikian para idola Kpop dapat tetap menjalankan diet bersama asupan kafesin mereka.
Jika Anda penggemar seria drama Korea, Anda juga akan sering melihat adegan memesan dan meminum kopi di setiap drama yang berlatarkan kehidupan urban. Dalam adegan berbincang pun mungkin juga sering dilakukan di kedai kopi atau saat meminum kopi.
Selain karena tuntutan Korea Selatan mengkonsumsi sekurang-kurangnya 377 cup kopi dalam setahun. Itu berarti setiap orang paling tidak meminum satu gelas kopi setiap harinya. Jumlah konsumsi yang luar biasa ini tentu tidak mengejutkan bila menilik dari budaya minum-minum yang mengakar kuat di Korea serta dorongan industrialisasi dari pemerintah yang tidak tanggung-tanggung.
Kegemaran kopi di Korea Selatan ini tentunya menjadi peluang besar bagi bisnis franchise kopi. Dengan masuknya kedai-kedai kopi dari luar Korea, variasi minuman ini pun semakin berkembang. Dari kopi biji tradisional hingga kopi-kopi cepat saji di minimarket atau dalam bentuk bungkusan pun kini juga digemari oleh banyak orang.
Salah satu bisnis retail Amerika, 7Eleven juga membuka cabang di Seoul. Retail ini menjual segelas kopi dengan harga yang dikategorikan sangat murah, yaitu hanya 87 sen atau sekitar Rp 11 ribu. Pada tahun 2015, kopi ini meningkat hingga menjadi sekitar Rp 13 ribu. McDonald mengambil peluang ini dan memotong harga kopi Korea Selatan yang sebelumnya 2100 Won menjadi 1500 Won demi memuaskan pelanggan mereka.
Meskipun harga kian tidak menentu, kopi tidak pernah lepas dari keseharian warga Korea. Harga kopi yang beragam pun menjadi faktor tersendiri bagi meningkatnya jumlah konsumsi kopi. Kopi Korea Selatan dapat Anda nikmati mulai dari 1000 Won (sekitar 11.500 rupiah) per cup hingga 4000-5000 Won per gelas. Bukan hanya di Korea Selatan, Indonesia sendiri juga gemar mengkonsumsi kopi. Dari permen, kue kering, kue basah, hingga soda kopi juga diminati oleh warga Indonesia. Hal ini dikarenakan kopi merupakan produk keseharian yang memiliki pasar luas juga beragam.
Baca Juga: Kenapa Franchise Kopi Selalu Sukses?
Jika Anda sedang mencari bisnis franchise minuman kekinian ala korea Kopi Chuseyo dimana Anda akan mendapat bimbingan bisnis dari 0, silahkan hubungi Kopi Chuseyo sekarang atau kunjungi blog kami untuk mendapatkan wawasan seputar franchise kopi Korea dan lainnya!