

Bisnis franchise menjadi populer belakangan ini. Banyak dari Anda yang sudah mengetahui tentang apa itu franchise. Namun, ada beberapa dari Anda yang masih asing dengan cara kerjanya. Bisnis franchise bisa diartikan sebagai bisnis yang lebih mudah daripada bisnis rintisan sendiri. Contohnya adalah franchise Kopi Chuseyo. Dengan franchise, Anda tidak perlu memulai dari nol. Meskipun terkesan lebih praktis dan minim risiko, bukan berarti franchise tidak menghasilkan keuntungan yang menggiurkan.
Baca Juga: 4 Ide FnB yang Layak Jadi Bisnis, Ada Franchise Kopi!
Kopi Chuseyo sendiri menawarkan paket kemitraan (franchise) untuk ekspansi bisnisnya. Banyak dari anak muda yang tergabung dalam kemitraan ini. Pasalnya, bisnis franchise menjadi ajang belajar yang tepat bagi pebisnis pemula seperti anak muda. Sebagai pemula, Anda tidak perlu takut atau khawatir sebab sudah ada sistem yang terbangun dan terbukti berhasil. Selain itu di dalam paket kemitraan Kopi Chuseyo, terdapat jasa konsultasi gratis dengan para ahlinya. Jika Anda pernah berpikir tentang menjalankan bisnis franchise tetapi masih ragu-ragu, simak penjelasan dan cara memulai bisnis franchise dari Kopi Chuseyo.
Franchise yang biasa disebut sebagai waralaba adalah model usaha yang melibatkan dua pihak. Salah satu pihak diberikan hak untuk memanfaatkan dan menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan ciri khas usaha yang dimiliki pihak lainnya. Perolehan keuntungan diatur berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain dalam rangka penyediaan atau penjualan barang dan jasa.
Nah, dalam bisnis franchise Anda perlu mengetahui istilah penting, yaitu pemberi waralaba (franchisor), penerima waralaba (franchisee), dan biaya awal waralaba (franchise fee).
1. Pemberi waralaba / pewaralaba (franchisor) adalah pihak yang berperan sebagai pemberi waralaba.
2. Penerima waralaba (franchisee) adalah pihak yang berperan sebagai mitra waralaba. Biasanya penerima waralaba merupakan perorangan. Namun, pada beberapa kasus bisa jadi penerima waralaba adalah perusahaan.
3. Biaya awal waralaba (franchise fee) yaitu biaya pokok (wajib) yang harus dibayarkan oleh penerima waralaba di awal sebelum gerai waralaba mulai beroperasi. Biaya tersebut merupakan biaya lisensi atau hak menggunakan merek dan hak untuk menggunakan pedoman operasional selama jangka waktu waralaba.
Setelah memahami pengertian waralaba, Anda perlu tahu bagaimana cara memulai bisnis franchise. Kopi Chuseyo membagikan tips berikut yang bisa Anda praktekkan jika tertarik untuk melakukan bisnis franchise.
Sebelum menjalani bisnis, tentu Anda harus menentukan bidang atau jenis yang pas. Akan menjadi baik jika Anda menjalani bisnis franchise yang sesuai dengan passion. Oleh sebab itu, pertimbangkan pengetahuan dan keterampilan agar nantinya Anda bisa menekuni bisnis franchise tersebut. Misalnya, Anda menyukai atau memiliki passion di bidang kopi. Anda bisa membuka franchise kedai kopi. Pastikan Anda sudah menguasai pengetahuan atau lebih baik lagi kemampuan dasar untuk meracik kopi.
Setelah memahami jenisnya, Anda perlu riset seluk-beluk bisnis yang akan dijalani. Kuncinya adalah mengenali terlebih dahulu brand serta ketentuan pembayaran yang disediakan oleh perusahaan. Pahami bahwa standar operasional setiap perusahaan franchise tentu berbeda. Lalu, mana yang baik? Tentu perusahaan dengan standar yang jelas dan transparan adalah yang layak dipilih.
Terakhir, Anda perlu memastikan bahwa ada program mentoring berupa training dan standardisasi yang diberikan. tujuannya adalah mempersiapkan agar para mitra dapat menjalankan bisnis dengan baik. Dalam program ini, Anda akan mengenal lebih jauh tentang bisnis franchise sehingga wajib untuk diikuti.
Baca Juga: Cafe Chuseyo Bagikan 5 Rahasia Keberhasilannya
Jika Anda sedang mencari bisnis franchise minuman kekinian ala korea PT Kopi Oppa Korea (Kopi Chuseyo) dimana Anda akan mendapat bimbingan bisnis dari 0, silahkan hubungi sekarang atau kunjungi blog kami untuk mendapatkan wawasan seputar franchise kopi Korea dan lainnya!